Wednesday, December 11, 2013

Mencoba berani untuk 'Pindah'.



Imam syafii pernah bilang, “berhijrahlah, makan kamu akan mendapatkan apa yg akan  kamu tinggalkan”. Gue dapet kata itu dari mata pelajaran mahfudzot ketika masih menuntut ilmu di pondok. Entah kenapa ilmu dituntut di pondok, harusnya kan ‘dituntut’ itu di pengadilan. *krik krik*

Terusin bacanya ya, guys. Guys, guys, guys ??!!!

Kembali ke topic. Saat mendengar quote itu gue memang masih polos. Masih belom akil baligh. Masih belom menemukan jati diri gue sebenarnya, dan belom mengetahui bahwa ada makhluk hidup seperti Farhat Abbas di dunia nyata. Tapi dewasa ini (ciaelah bahasanya), gue mulai sedikit banyak menemukan arti quote diatas. Memang udah jadi fitrah manusia buat hijrah/berpindah. Karena ketika berpindah, lo bakalan nemuin sesuatu yang belom pernah lu liat, rasakan, dan pelajari sebelumnya.


Saat lo coba untuk traveling ke bagian sudut dunia lainnya, berpindah dari tempat biasanya menetap. Bakalan banyak hal yang sebelumnya belom terlihat secara kasat, contoh kecilnya pemandangan-pemandangan indah yang bikin mata kita ejakulasi. Air mata bahagia muncul tiba-tiba nggak kenal kondisi. Itu semua, lo dapetin setelah pindah.

Ketika lo harus memasuki lingkungan yang baru, menemukan dan mempelajari karakteristik manusia yang belom pernah ditemui sebelumnya. Menemukan sahabat-sahabat yang baru untuk menertawakan saat-saat bodoh bersama. Itu semua, lo dapetin setelah pindah.

Masalah perihal hati, mungkin manusia juga harus pindah. Atas nama kenyamanan, seseorang mencari sesuatu yang berbeda. Kemudian menetap disana setelah merasa betah. Sekali lagi, itu semua lo dapetin setelah pindah.

Mungkin bagi sebagian orang jika bicara terkait hati, masalah pindah, bukan merupakan perihal yang mudah.  Butuh persiapan mental, keputusan yg matang, bahkan mungkin harus ada air mata, sampai drama yang tak ada habisnya. Karena ini sekali lagi merupakan perihal hati, sangat menyangkut dengan emosi. Ketika hati sudah kuat, tekad sudah bulat, dan keputusan sudah dibuat, keraguan datang memainkan peran sebagai penghambat.

Keraguan itu datang dalam bentuk yg sederhana saja, seperti :

“jika ingin pindah (hati), apakah di tempat yang baru kenyamanan akan ditemui?”.

Tapi perpindahan merupakan sebuah percobaan, kita nggak bakal mengetahui jawabannnya sebelum melakukannya. Pindah, adalah hal yang harus dicoba. atau memaksakan diri untuk berani mencoba.

Mungkin memang akan selalu ada indah dalam setiap pindah. Ada kenyamanan yang membuat betah. Banyak pelajaran yang membuat kita tergugah, untuk terus mencari hal-hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.

Tapi jika setelah pindah belum menemukan apa yang dicari. Kata ‘Kembali’, tidak ada salahnya untuk dipikirkan kembali.


2 comments:

  1. kalo udah pernah nyoba buat pindah tapi ternyata gak bisa dan kembali pun tetep gak bisa gimana?

    ReplyDelete
  2. ya..coba nerima hal yg baru, mungkin lebih baik dari yang dijalanin sekarang atau yang dulu.

    ReplyDelete